Tampilkan postingan dengan label Lomba Blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba Blog. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Februari 2014

Aku, Kancut Keblenger dan Blogku #SuratCintaKK

Ciaossu!!
Hallo kancut keblenger, kawancut dan seisi-isinya. Apa kabar di usiamu yang sudah 3 tahun? Masih kreatif-lucu-lucu-gimana-gitu kan? Atau sekarang kamu menyebalkan? Yah, aku rasa kamu mulai menyebalkan, kamu menyebalkan karena kamu makin kreatif-lucu-lucu-gimana-gitu, sedangkan aku belum sanggup mengimbangi ke-kreatif-lucu-lucu-gimana-gitu-annya kamu.

Apalah arti aku ini bagimu yang baru mengenalmu beberapa bulan ini. Namun, jika kau bertanya seberapa berartinya kamu bagiku? Entahlah, aku bingung menjelaskan betapa berartinya kamu bagiku. Dengan sekilas mengenalmu, mulailah kembali mengairahkan hubunganku dengan blogku. Dan semakin aku mendalami hubungan dengan blogku, kaupun semakin memikat hati ini. Baru kali ini aku merasakan cinta segitiga yang begitu indah. Aku, Kamu dan Blogku. Yah, mungkin bagimu ini cinta segitigaribuan, 3000 lebih makhluk hidup yang berlomba-lomba dicintaimu.

Awalnya. Geli memang dulu rasanya saat mendengar seseorang menyebutkan namamu. Namun, saat seseorang menyuarakan kebermanfaatanmu dengan lantang. Rasa illfeel-pun sirna. Begitupun saat aku menyebutkan namamu dan meyeruakan kebermanfaatanmu pada khalayak ramai, mereka beranggapan sama denganku. Ah! Mengenalmu memang sungguh menyebalkan.

Awal PDKT denganmu, ku pikir aku sudah terlambat atau terlalu tua untuk menyatu dengan blogger macam dirimu. Tapi saat tahu siapa yang melahirkanmu, aku tak lagi merasa tua. Aku pikir aku tidak perlu mengatakan bahwa beliau tidak lebih muda dariku. Yah, tapi saat aku tahu beliau jauh lebih hebat dariku, ah menyebalkan. Salut untuk Mama Vina.

Satu rasa, satu cita, satu visi. Ya, kita bertiga dengan padu nan romantis, mungkin kelak nanti bisa membantu mengembangkan kreativitas negeri melalui blog.

Segini saja surat ini, terima kasih atas kesediaanmu membaca. Semoga tenggorokanmu tak merasa “kelolodan” saat membacanya, sama seperti rasa yang aku alami saat aku menuliskannya.

Akhir kata,
SELAMAT ULANG TAHUN YANG KETIGA KOMUNITAS BLOGGER KREATIF INDONESIA, KANCUT KEBLENGER
Teruslah menginspirasi Indonesia.

kancutkeblenger.com

Sabtu, 21 Desember 2013

[ #TantanganMincut ] Santa Claus Bekasi!!

Ciaossu!!!
Menjelang natal gini gak asing bagi orang-orang di seluruh dunia, semua pasti nungguin “Film Spesial Natal” apa yang akan tayang di TV. Termasuk gue meskipun usia udah kepala dua, tetep aja nungguin fim-filmnya. Yah, lo tau sendiri bagi kita yang gak berlangganan TV kabel, tiap hari selalu disuguhin acara TV mulai dari acara lawak “maksa”, musik “bohongan” dan sampai FTV “yang gampang kita tebak alur ceritanya”. Giliran ada film bagus paling ditayanginnya menjelang tengah malem. *Ck!

So, hampir semua kalangan pasti menunggu-nunggu film apa yang akan muncul nantinya di har Natal, meskipun hampir semua filmnya udah puluhan sampai ratusan kali kita tonton sik. *ngehehehe

Pas kita nongton Film Spesial Natal pasti gak sedikit yang menampilkan sosok khas Natal, Santa Claus. Santa Claus di Indonesia mungkin lebih dikenal dengan nama Sinterklas. Sosok fiktif yang menjadi icon dedemenannya anak-anak ini berbadan gendut, berpakaian merah dan berperan dalam memberikan kado secara sembunyi-sembunyi.

Gak sedikit orang yang punya khayalan lain tentang bentuk dan aktivitas dari Sinterklas selama di hari Natal. Termasuk gue sih.. *ngehehehe

So, seperti apa khayalan gue tentang Sinterklas ini?

1. Mengubah Penampilan
Mungkin beginilah bentuk badannya yang gue bayangkan.



Selasa, 10 Desember 2013

Dukung E-Learning untuk Pendidikan Indonesia!!

Sudah di abad berapakah kita saat ini?
Bagaimana proses belajar mengajar di negeri ini?
Apa ada yang mengusik semangat belajar pelajar? Apa saja?

1. Macet
Fenomena ini, khususnya yang terjadi di kota-kota besar itu bukan rahasia umum lagi bagi para pelajar pasti akan menimbulkan penurunan semangat belajar. Terutama saat berangkat sekolah/kampus, terlebih lagi bagi mereka yang LDR dari rumah ke sekolah/kampus. Kejadian ini cukup diyakini bukan hanya para pelajar saja yang mengeluhkan, para pengajar/tenaga pendidik pun akan mengeluhkan yang sama.
Kenapa macet menyebabkan penurunan semangat para pelajar?

Foto : Illustrasi kejebak macet (via Google)

a. Bikin telat masuk sekolah/kampus
Meskipun sudah lama kita menghadapi situasi macet, kita tentu masih belum bisa menebak waktu yang tepat agar terhindar dari kemacetan yang parah. Mau datang pagi-pagi buta, sekolah/kampus belum buka, kelamaan nunggu, bawaannya pengen pulang. Mau datang ke sekolah/kampus mepet sama waktu masuk, ujung-ujungnya malah telat, pintu sekolah udah keburu ditutup satpam, kalau anak kuliahan diusir dari kelas. Yak! Nasib anak LDR rumah ke sekolah/kampus.

b. Bikin penampilan tidak pede
Penampilan bagi sebagian anak muda mungkin hal yang wajib diperhatikan. Bayangkan sebelum berangkat ke sekolah/kampus keren banget dandanannya. Eh, ketika sampe tujuan kucel, bau asap knalpot (bagi pengendara motor), bau asap rokok supir angkot (bagi pengguna angkutan umum). Yah gimana lagi, mau beli mobil biar adem, ada AC-nya, bisa santai dan tidak merusak penampilan yang sudah didesain dengan ciamik tapi tidak MAMPU untuk beli.

2. Guru yang tidak bisa/mendadak tidak bisa mengajar
Bisa dikatakan ini kejadian yang paling tidak disukain pelajar khususnya mahasiswa. Mungkin bagi pelajar sekolah, mereka akan senang karena ada jam kosong, itu pun karena tidak ada titipan tugas yang disampaikan guru BK ke ketua kelas, tapi ya kalau ada tugas belum tentu juga akan dikerjakan hari itu juga. Toh yang mereka butuhkan itu materi yang disampaikan oleh gurunya, karena kalau hanya mengandalkan buku sih sama saja bohong.

Foto: Ilustrasi mahasiswa saat tahu dosen tiba-tiba gak masuk (via Google)

Sebaliknya bagi mahasiswa, ini benar-benar menjengkelkan. Sudah datang pagi-pagi, macet-macetan ditengah ribetnya lalu lintas negeri ini, lari dari parkiran ke ruang kelas, bahkan jika kita sudah menunggu di ruang kelas selama beberapa lama si dosen baru kasih kabar kalo dia tidak bisa hadir dan minta jam pengganti. Beuh!

3. Mendadak tidak ada ruang kelas untuk kuliah
Bagi mahasiswa, ini juga bikin dongkol hati mereka. Kenapa? Ruang kelas merupakan faktor eksternal pendukung pembelajaran, memang kita bisa belajar dimanapun kita berada tanpa perlu adanya kelas, namun kita pastinya membutuhkan kelas yang kondusif. Biasanya ini saat ada fenomena kedua diatas terjadi (pas dosen minta jam pengganti karena tidak bisa datang mengajar), sudah capek-capek datang ke kampus ternyata tidak ada kelas. Mau belajar diluar kelas malah bikin tidak kondusif. Beuh!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

GRAB MY BANNER!

JOIN US!

CATEGORIES

Back to top

VIEWERS

FRIENDS

Copyright © 2010-2014. Angga Harizki. Diberdayakan oleh Blogger.